HADISH TENTANG KEBERSIHAN
ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻧﻈﻴﻒ ﻓـﺘـﻨﻈﻔـﻮﺍﻓﺎﻧﻪ ﻻ ﻳﺪﺧﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺍﻻﻧﻈـﻴﻒ ﴿ﺭﻭﺍﻩﺍﻟﺤﺎﻛﻢ﴾
Artinya : “Dari Aisyah R.A. dari Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam bersabda : “Islam itu bersih, maka bersihkanlah (dirimu), karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (HR Al-Hakim)
Hadits yang lain :
ﺍِﻥَّﺍﻟﻠّﻪَ ﺗَﻌَـﺎﻟٰﻰ ﻃﻴّﺐ ﻳﺤـﺐ ﺍﻟﻂـﻴﺐ ﻧﻈﻴﻒ ﻳﺤـﺐﺍﻟﻨﻆﺎﻓﺔ ﻛﺮﻳﻢ ﻳﺤﺐﺍﻟﻜـﺮﻡ
ﺟـﻮﺍﺩ ﻳﺤـﺐ ﺍﻟﺠـﻮﺩ ﻓـﻨـﻈﻔﻮﺍ ﺍﻓـﻨـﻴـﺘـﻜـﻢ ﴿ﺭﻭﺍ ﻩﺍﻟﺘﺮﻣﺬﻯ﴾
Artinya : “Sesungguhnya Allah itu baik dan suka kepada yang baik. Dia suci dan suka kepada yang bersih, Dia Mulia dan senang kepada kemuliaan. Dia Pemurah dan suka kepada orang yang pemurah. Oleh sebab itu bersihkanlah lingkunganmu”. (HR Al-Hakim)
Dari Hadits-hadits di atas mengajarkan bahwa ajaran agama Islam tentang kebersihan ini merupakan ajaran yang sangat penting. Agama Islam adalah agama suci dan bersih, karena agama Islam berasal dari Allah Yang Maha Suci. Allah berfirman:
Artinya :
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (Al-Baqarah : 222)
Ajaran-ajarannya menganjurkan kebersihan dan kesucian. Kebersihan yang harus diperhatikan, dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik manusia sebagai individu, anggota masyarakat dan warga negara.
Begitu pentingnya arti kebersihan dalam kehidupan manusia sehingga dalam kegiatan ibadah, kebersihan dan kesucian menyertainya bahkan menjadi tidak sahnya pelaksanaan ibadah tanpa adanya kebersihan dan kesucian.
Dari hadits-hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mendidik kita untuk :Menjaga kebersihan lahir dan batin.
1. Menjaga kebaikan, kesucian, kemuliaan dan bejiwa pemurah.
2. Menjaga kebersihan lingkungan.
Kita sadar bahwa lebih mudah dan lebih baik kita menjauhi penyakit dari pada kita mengobatinya. Berhubung dengan hal itu, Agama Islam memberikan tuntunan kepada kita untuk melaksanakan kebersihan dan kesucian. Baik kebersihan itu untuk diri sendiri, termasuk pakaian, tempat tinggal, lingkungan sekolah, tempat ibadah maupun temat-tempat umum lainnya.
Adapun hal-hal lain yang dilakukan untuk menjaga kebersihan diantaranya adalah :
1. Menggosok gigi.
Menggosok gigi adalah perbuatan yang berarti dan mempunyai manfaat yang banyak.
Dalam Hadits disebutkan:
Artinya :
Bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Menggosok gigi itu membersihkan mulut dan disayangi Tuhan. (Hadits Riwayat Ahmad, Nasa’i dan Turmudzi)
2. Mandi
Mandi dengan teratur agar tubuh meanjadi bersih dan segar. Bahkan untuk keseluruhan badan paling tidak seminggu sekali. Sebagaimana dalam hadits :
Artinya :
Bahwa Nabi SAW bersabda : “Menjadi kewajiban bagi setiap muslim buat mandi satu kali dalam seminggu, di mana ia akan mencuci kepala dan badannya”. (H. R. Bukhari dan Muslim).
3. Memakai pakaian yang bersih.
Berpakaian hendaknya memperhatikan kebersihan dan kesucian disamping menutup aurat. Pakaian tidak harus mengutamakan bagus yang penting bersih dan suci. Dalam Hadits disebutkan Rasulullah bersabda :
Artinya :
“Siapa yang memakai pakaian hendaklah yang bersih”. (HR. Aththahawi).
4. Dan kebersihan-kebersihan lainnya.
Keadaan lingkungan sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang dan masyarakat sekitar. Jika lingkungan bersih maka pribadi seseorang maupun masyarakat menjadi baik, bersih/suci, mulia dan teratur. Hadits-hadits Nabi menyebutkan diantaranya :
Artinya :
“Kebersihan itu mengajak iman”. (HR. Aththabrani).
Artinya :
“Kebersihan itu separuh dari iman”. (HR. Muslim).
Artinya :
“Kebersihan itu sebagian dari iman”. (H. R. Bukhari dan Muslim).
Setelah kita menterjemahkan hadist tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa hadis tersebut mengandung pokok-pokok pentertian sebagai berikut :
1. Agama Islam itu mengajarkan tentang kebersihan, baik kebersihan jasmani maupun kebersihan rohani , kebersihan tempat tinggal, lingkungan tempat tinggal , maupun tempat ibadah
2. Kebersihan itu merupakan sebagian dari iman . Jika seseorang tidak menjaga kebersihan , berati keimananya belum baik
3. Ucapan alhamdulillah الحمد لله , kelak di yaumul mizan akan memenuhi mizan (timbangan)
4. Ucapan tasbih dan tahmid mempuunyai bobot nilai sama dengan apa yang ada di antara langit dan bumi
5. Shalat menjadi cahaya dalam jiwa orang yang mengerjakannya
6. Sedekah menjadi bukti rasa syukur atas karunia Allah swt
7. Sabar menjadi penerang hati
8. Al-Qur'an menjadi landasan dalam membenarkan
9. Di antara manusia ada yang selamat dari kemaksiatan karena bisa mengendalikan diri dari rayuan setan . Dia menjual diri yang beruntung . Sebaliknya , ada juga orang yang tersesat karena terpedaya oleh rayuan setan . Itulah penjual diri yang rugi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar